Kisah Bahagia di Hari Sabtu

// December 19th, 2009 // Diary

Di hari sabtu yang cerah, seorang pemuda yang gagah perkasa dan pemudi yang cantik jelita berencana jalan-jalan. Bosan di Jakarta, iseng-iseng nyobain maen ke kota sebelah, Depok. Dengan menaiki kendaraan beroda bulat mulailah perjalanan mereka ke Depok.

Pemuda dan pemudi foto bersama.

Karena baru pertama kalinya, mereka kebingungan mencari jalan menuju Jalan Margonda, yang notabene menjadi pusat keramaian di kota Depok. Untung ada kecanggihan teknologi yang bisa menunjukkan arah jalan, yang kita kenal dengan nama GPS. Sayang, mereka berdua tidak memilikinya. Alhasil perjalanan menuju Margonda cukup membuat pusing.

Jalanan di kota ini cukup ramai, selain padatnya kendaraan, perbaikan jalan menyebabkan kemacetan dimana-mana. Panas terik matahari juga membuat perjalanan ini serasa semakin berat. Untunglah mereka melihat bangunan besar yang menjadi sasaran perjalanan mereka, Margonda City.

Karena berada di seberang Margonda City, mereka harus memarkir kendaraan di toko seberang, Depok Town Square (Detos). Setelah memarkir kendaraan, mereka menuju ke pertokoan. Mata pemudi jelalatan melihat sepatu-sepatu murah-meriah yang dipajang di toko-toko Detos. Alhasil, sebelum sampai di sasaran perjalanan Margonda City si pemudi sudah menenteng sepatu baru.

Sampailah kami di daerah sasaran utama perjalanan, Margonda City. Muter-muter jalan-jalan, beli minum karena kehausan, lalu dilanjutkan dengan keliling-keliling lagi.

Buku Magyk yang dicari-cari.

Mereka tiba di sebuah toko buku, si pemudi punya obsesi mencari buku Septimus Heap. Sudah keliling 4 kota dan puluhan toko buku, dia masih belum mendapatkan buku tersebut. Si pemudi bertanya kepada penjaga toko, “Mbak, tadi saya lihat di katalog masih ada sisa buku Magyk 2 buah, bukunya dimana ya mbak?” Lalu si penjaga toko menjawab sambil menunjukkan arah, “Oh, yang itu ada di sebelah sana.” Lalu pemuda dan pemudi menuju rak buku yang ditunjukkan oleh penjaga toko. Dan ternyata bukan buku Magyk serial Septimus Heap yang nongkrong disana, melainkan buku trik-trik sulap.

Tetapi di hari itu, si pemuda melihat pemudi jingkrak-jingkrak melompat-lompat kegirangan (dia benar-benar lompat-lompat jingkrak-jingkrak di toko buku). Ternyata dia berhasil menemukan buku yang dia cari-cari selama berbulan-bulan. Stok terakhir, hanya tersisa 1 buku itu. Akhirnya buku Magyk, sequelnya Flyte, dan sebuah majalah wanita masuk dalam keranjang belanjaan.
Setelah kecapaian berbelanja dan berkeliling, perut mereka merasakan lapar. Lalu muncul pikiran untuk makan malam di salah satu warung di pertokoan. Tibalah mereka di salah satu warung, namanya warung mbak Susi. Mereka memesan sepiring toge goreng dan lemper potong. Berhubung mereka berasal dari desa, mereka tidak terlalu bisa menikmati makanan tersebut.

Warung mbak Susi

Toge goreng.

Lemper potong.

Beli roti.

Lalu mereka mampir membeli roti sebelum pulang, untuk acara camilan malam sebelum tidur. Tantangan tidak berhenti begitu saja, mereka kesusahan mencari kendaraan mereka. Pantas saja ternyata salah lantai. Akhirnya mereka pulang kembali ke kampung halaman dan hidup bahagia selamanya.

Cerita sedihnya adalah si pemuda pulang dengan tangan hampa.


Related posts :

  1. Pembatas Buku
  2. Aripunzel Akhirnya Bebas
  3. Kisah Pegawai Baru di Ibukota
  4. Bahagia Menjadi Diri Sendiri

About Irawan

Irawan Surya Darma adalah pemuda asal Jogja yang sedang berusaha mencari sesuap nasi di ibukota yang notabene lebih kejam daripada ibu tiri. Lihat profil lengkapnya.

21 Responses to “Kisah Bahagia di Hari Sabtu”

  1. heru says:

    mengamankan pertamax dulu

    wew… menunya mbak susi kayaknya asik tuh :D

  2. Renita says:

    Very entertaining ya wan…

  3. H says:

    widieeeew.w.. cerita sedang kentjan :D

  4. fanz says:

    kencan nih??
    btw makanan di warung mbak susi keknya menggiurkan tuh :)

  5. Yolis says:

    asik yaahh,, bisa jalan2 berdua ama pacar,, huhu.. ngiriii neehh… :p

  6. attayaya says:

    asiiiikk….asiiiikkk….
    jalan ke Depok
    margonda padat merayap

  7. bayuputra says:

    romantis banget…..andai aja aku bisa seperti itu heee..

  8. nico says:

    hahaahahaha kirain punya GPS.. *dah terlanjur berdecak kagum*

  9. Irawan says:

    Terima kasih udah pada mampir, acara rutinitas bulanan aja kok kalo tunangan mampir…

  10. zarod says:

    Fotonya bikin ngilerrrrrrrrrrrr…… :) salam kenal mas.

  11. bayuputra says:

    kisah bahagia di hari sabtu…doa saya semoga tidak di hari sabtu aja kebahagiannya…semoga bisa di hari-hari beikutnya supaya bisa cepat menuju ke pelaminan…amin….

  12. attayaya says:

    lapeeerrrrrrrrrr neh

  13. nice kawan
    salam hangat selalu

  14. Kayaknya buku itu berarti banget ya ? Dan kenapa si pemuda gak belanja ?
    Dan selamat mendapat kenangan baru.

    • Irawan says:

      Ngga terlalu berarti juga, tapi itu buku stoknya uda jarang, dan tiba-tiba dia pengen. Pdhl pas barusan keluar ga terlalu berminat ama buku itu, giliran stok uda mo abis, baru pengen.

      Maunya si belanja juga, tapi duid pas-pasan, wkwkwkwkwk….

  15. achoey says:

    wah wah wah
    indah sekali
    :)

  16. rahmaddhany says:

    waw,….kisahx bsa di bilang lucu,.bsa di bilang gk,….heheehehe,….
    yc tapi seru kok, 8-)

Leave a Reply